Agustus 25, 2008
tit…tit… tt. tit… pagerku berbunyi… (jaman apa yach ko masih ada pager???) Ada 1 pesan:
” Asskum.. maaf sobat karena selama ini aku jarang menghubungi kamu. Karena setelah pertemuan kita aku langsung ditunangkan oleh kedua orang tuaku. Jadi kita simpan pertemanan kita dalam hati saja” Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Story |
Permalink
Ditulis oleh Cactus
Juni 25, 2008
Akhir-akhir ini wajahnya memang tidak seperti biasanya, diam dan murung. Meskipun sebenarnya memang dia anaknya pendiam. Dia termasuk santri yang rajin dari penilaianku baik dari akademis maupun non akademis. Akhir- akhir ini sering aku melihatnya lama sekali menatapku. Ketika aku bertanya “kenapa Yu..kok melihat ibu terus?” dia hanya menjawab “nggak apa-apa bu…” sambil tersenyum sekilas. Aku melihat matanya seperti memendam sesuatu yang aku tidak bisa menebaknya. Teman-teman seprofesiku sesama “pendamping” juga merasakan hal yang sama denganku. Ketika ibu Ida, teman seprofesiku bercerita tentang perubahan Ayu kepadaku “Kok kelihatannya Ayu berubah ya bu?” Akupun mengiyakan pendapat ibu Ida. Kemudian ibu Ida bercerita lagi kalau Ayu juga sering menatapnya lama, seperti ada sesuatu yang ingin dia ceritakan atau ditanyakan tapi kemudian diurungkannya.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Story | Ditandai: Add new tag |
Permalink
Ditulis oleh Cactus