My Khitbah

Probolinggo, 19 April 2009…
Adalah moment berharga dalam hidup saya dan akan saya kenang seumur hidup.. Karena pada tanggal ini saya dilahirkan ke dunia. Ya ini adalah hari Ulang Tahun saya yang ke 24 tahun. Meskipun saya tidak pernah merayakan hari ulang tahun saya tapi ada moment berharga yang tidak hanya sekedar merayakan hari ulang tahun. Yaitu adalah pertunangan saya dengan seorang lelaki yang Insya Allah akan menjadi pendamping hidup saya kelak, yang saya harapkan menjadi teman hidup, dan melengkapi separuh agama saya.
Jarak perkenalan (ta’aruf) yang begitu singkat meyakinkan saya untuk menerima lamarannya. 1 minggu saja saya mengalami proses ta’aruf dan hanya beberapa hari pula kami menjalankan proses ini. Tanpa sering berkomunikasi satu sama lain dan tidak pernah bertemu sama sekali, tanpa terucap kata sayang dan cinta. Itupun prinsip hidup saya untuk tidak menjalani hubungan (pacaran, dll) sebelum saya menikah. Tapi atas dasar keyakinan hati saya kepada Rabb saya,saya bersedia menerimanya. Menerima segala kekurangan atau kelebihannya. dan Insya Allah aku berdoa supaya dia adalah jodohku.
Mohon doanya supaya proses khitbah ini dilancarkan sampai walimah (pernikahan)..DAn mohon doanya juga supaya saya bisa menjaga hati saya dan diberikan kekuatan dalam menghadapi segala macam halangan dan cobaan sebelum halal dalam pernikahan.

Padahal…

Pilu pening ungkap sedih

Sayat hati terlampau pedih

Gundah membuncah di dada

MErintih

Berharap tanya

Apakah dia lemah disana

Padahal maksud hati

hanya harap tanya

bukan ungkapan rasa

Tapi mengapa…

laku bahasa dirimu

laku kata-katamu

tak menunjukkan suka

Padahal…

Aku hanya berharap tanya

Apakah engkau baik saja

😦

Zahrotu~Qolbiy (Bunga Hatiku)

Detik-detik itu…

10 Syawal 1429 Hijriyah

tiada kata terucap selain ..

Subhanallah… Alhamdulillah…

mimpi atau nyatakah ini….

Ya Zahro…..

Ya Qolbiy….

Yaa Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

Kuatkanlah dan lapangkanlah hati Zahrotu Qolbie

Dalam perjalanan hidupnya …

Rabbana hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata’ayyuni waj’alna lilmuttaqqiina imaamaa
Ya Allah… anugerahkanlah kepada kami Istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqaan: 74)

Ramadhan kali ini….

Marhaban ya Ramadhan…

Ramadan tahun ini saya lalui bersama keluarga di Probolinggo, karena biasanya saya melewati Ramadhan bersama teman-teman dan murid di kota dingin. Rindu sekali dengan suasana di Malang….

Suasana Ramadhan di kotaku dibilang biasa juga tidak, dibilang luar biasa juga tidak. Mungkin cuma perbedaan cuaca di kota Batu dan Malang yang brrrrr….. dan di kota kecilku Probolinggo yang panas dan angin yang cukup kencang juga (fiuh…). Akan tetapi bagi saya itu hal tersebut tidaklah penting. Bagaimana sebenarnya kita memaknai arti Ramadhan sesungguhnya. Arti Ramadhan ada di “qalbu” kita masing-masing. Tiap individu berhak memaknai Ramadhan menurut qalbunya. Baca lebih lanjut

Sebenarnya Aku Tak Rela

Sebenarnya aku tidak rela melihat dirimu bersanding dengan dirinya. Dari semenjak kau dekat dengan dirinya aku takut dia akan merebut dirimu dari diriku. Sungguh sebenarnya aku tidak rela melihatmu bersanding dengan dirinya. Tetapi apalah daya… cinta yang kalian pendam tidak mudah terkikis oleh hantaman tornado atau badai paling dahsyat sekalipun. Kalian tetap tak terpisahkan. Dan pada akhirnya…. kalian pun berbahagia bersanding di pelaminan. Bersiap membangun bahtera rumah tangga yang sakinah mawwadah warahmah. Kak… sungguh sebenarnya aku tidak rela melihat dirimu bersanding dengan dirinya. Tapi apalah daya akhirnya panah cinta telah melekat di lubuk hati kalian berdua, hingga akupun tak kuasa mengatakan… selamat ya kak atas pernikahan kalian, semoga kalian menjadi pasangan suami istri yang berbahagia selamanya amin…

To My brother… Congratulation for you bro!

cepet kasih aku keponakan yang lucu kaya’ tantenya hehehe…..

Sebuah Doa

Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya
Dan dia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku
Dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Baca lebih lanjut

Perpisahan

Kemesraan
Suatu hari…di kala kita duduk di tepi pantai…
Dan memandang..ombak di lautan yang kian menepi..
Burung camar…terbang bermain di derunya air..
Suara alam ini…hangatkan jiwa kita..
Sementara.. sinar surya perlahan mulai tenggelam…
Suara gitarmu…. Mengalunkan melodi tentang cinta.
Ada hati..membara erat bersatu…
Getar seluruh jiwa… tercurah saat itu…

Kemesraan ini..
Janganlah cepat berlalu…
Kemesraan ini..
Ingin kukenang selalu…
Hatiku damai… jiwaku tentram di sampingmu…
Hatiku damai..jiwaku tentram bersamamu…

Satu lagu yang aku sukai dari mulai aku masih belia ;-)) sampai sekarang masih belia 😉 Baca lebih lanjut

Di Sebuah Asrama (1)

Akhir-akhir ini wajahnya memang tidak seperti biasanya, diam dan murung. Meskipun sebenarnya memang dia anaknya pendiam. Dia termasuk santri yang rajin dari penilaianku baik dari akademis maupun non akademis. Akhir- akhir ini sering aku melihatnya lama sekali menatapku. Ketika aku bertanya “kenapa Yu..kok melihat ibu terus?” dia hanya menjawab “nggak apa-apa bu…” sambil tersenyum sekilas. Aku melihat matanya seperti memendam sesuatu yang aku tidak bisa menebaknya. Teman-teman seprofesiku sesama “pendamping” juga merasakan hal yang sama denganku. Ketika ibu Ida, teman seprofesiku bercerita tentang perubahan Ayu kepadaku “Kok kelihatannya Ayu berubah ya bu?” Akupun mengiyakan pendapat ibu Ida. Kemudian ibu Ida bercerita lagi kalau Ayu juga sering menatapnya lama, seperti ada sesuatu yang ingin dia ceritakan atau ditanyakan tapi kemudian diurungkannya.

Baca lebih lanjut

Ibuku, Kartiniku

Moment 21 April kita kenal sebagai moment wanita Indonesia. Dimana bangsa Indonesia memperingati hari Kartini sebagai ujung tombak semangat wanita dalam menjunjung kredibilitasnya sebagai makhluk yang setara dengan pria. Bahwa wanita tidak hanya berdiam diri di rumah, tidak bersekolah, melainkan wanita juga bisa berkarya, bekerja, bersekolah, menuntut ilmu demi masa depan dirinya. Akan tetapi, di masa ini banyak wanita yang menyalah artikan semangat kartini tersebut. Baca lebih lanjut

Akhirnya datang juga

Penantianku selama ini akhirnya datang juga. Berhari-hari…berminggu-minggu…berbulan-bulan…hanya untuk mendapatkan restumu…akhirnya aku bisa mengikuti sidang jum’ah yang penuh barokah ini. Pasalnya emang hari jum’at kemarin, tepatnya tanggal 4 April 2008, aku mengalami daripada yang mana dinamakan ujian skripsi itu. Fiuh….perjuangan yang bisa dibilang biasa aja. Hehehe….
Sekarang aku baru mengerti gimana rasanya mengalami kejadian ini. Mbak-mbak seniorku….mas-mas seniorku…akhirnya aku tahu perasaan kalian menjelang ujian skripsi. Baca lebih lanjut