KENAPA ENGKAU MAU WAHAI PEREMPUAN?: Goresan Untukmu Temanku yang Akan Menikah dan Telah Menikah

Apakah anda semua pernah mendengar, menonton, atau membaca kisah Siti Nurbaya karangan Marah Roesli? Saya yakin anda semua tidak asing dengan cerita legenda masyarakat Minangkabau ini. Saya masih ingat cerita apik dan mengharukan ini ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan televisi di rumah masih hitam diatas putih. Cerita yang diperankan oleh Novia Kolopaking, Sandi Nayoan, dan H. M. Damsyik ini benar – benar membuat saya terharu waktu itu.
Siti Nurbaya mempunyai seorang kekasih bernama Samsul Bahri. Akan tetapi karena ayah Siti Nurbaya mempunyai hutang kepada seorang rentenir jahat bernama Datuk Maringgih, akhirnya Siti Nurbaya mau menikahi Datuk dan tentunya dengan resiko kehilangan kekasih yang amat sangat dicintainya, Samsul Bahri. Tetapi akhir cerita yang sad ending dan mengharukan bikin aku gemes. Kenapa semuanya mati. Ah…sudahlah.
Disini saya tidak bermaksud membahas cerita lebih lanjut tentang Siti Nurbaya. Akan tetapi saya ingin menjelaskan realita yang ada di kehidupan sekitar saya. Kita memang tidak hidup di zaman Siti Nurbaya lagi. Akan tetapi masih banyak di lingkungan kita atau mungkin anda juga sering melihat banyak sekali wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Sebagian wanita- wanita itu mungkin ada yang menunjukkan sikap tidak setuju ketika mengetahui dirinya dijodohkan. Sebagian yang lain mungkin lebih bersikap pasrah dengan perjodohan mereka, dalam hal ini menyetujui apapun keputusan orang tua mereka. Entah dengan perasaan mereka bahagia atau sebaliknya.
Saya ingin menceritakan sedikit tentang kisah teman-teman saya yang dijodohkan oleh orang tua mereka. Tentu saja saya menceritakan teman-teman perempuan saya dan yang lebih sering kita dengar sebagai ‘korban’ perjodohan. Kedua teman perempuan saya ini L dan F. Dua-duanya dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. F sudah menikah sebulan yang lalu. Sedangkan temanku yang lain L akan menikah Idul Adha besok.
Sebelum mereka tahu jika mereka dijodohkan mereka masing-masing mempunyai kekasih. Saya pernah menanyakan kepada L tentang bagaimana perasaan dia ketika dijodohkan. Dia menjawab sambil nyengir sapi…“biasa saja tuh”. Sayapun agak kaget kok bisa dia santai menanggapi pertanyaan saya. Kemudian dia bercerita kalau sebenarnya kedua kakak perempuannya juga dijodohkan. Jadi dia sudah mengira kalau dia nanti akan dijodohkan pula. Akan tetapi dia sudah mengadakan perjanjian dengan orang tuanya bahwa sebelum dia dijodohkan dia meminta orang tuanya membolehkan dia untuk mempunyai kekasih alias berpacaran. Oalah non…gitu toh…pantesan tiap hari kok beda-beda barengannya. Hi..hi…yah sudahlah. Sekarang calon suaminya itu masih kuliah, tapi juga sudah berpenghasilan. Cowoknya sudah mengetahui jika L ditunangkan. Apa boleh buat, kekasihnya menerima saja ketika L menjelaskan kalau dia ditunangkan.

Temanku yang lain, F, dia juga dijodohkan dengan pilihan kedua orang tuanya. Pilihan orang tuanya ini mungkin jauh dari apa yang dia harapkan. Akan tetapi karena diapun tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, iapun akhirnya menerima pinangan seorang lelaki beruntung yang umurnya bisa dibilang jauh di atas umur teman saya ini. Dan teman saya F ini juga terpaksa harus meninggalkan kekasihnya karena orang tua F tidak menyetujui hubungan mereka.

Saya tidak tahu pasti apakah alasan kedua teman saya ini menerima pertunangan yang diajukan orang tua mereka. Tetapi yang bisa saya tangkap adalah yang pertama mereka tidak ingin mengecewakan orang tua mereka. Mereka ingin membalas budi orang tua mereka yang telah menyayangi mereka sejak kecil, mengasuh dan memberi nafkah untuk membiayai pendidikan mereka. Itupun dengan resiko mengorbankan cinta mereka untuk meninggalkan kekasihnya. Yang kedua, mereka yakin jika pilihan kedua orang tua mereka adalah pilihan terbaik bagi dirinya kelak dan masa depan hidupnya nanti. Yang ketiga, mungkin karena mereka tidak bisa merubah adat, norma yang telah merasuk ke dalam keluarga mereka. Seperti yang  saya ketahui kedua teman saya ini sama-sama mempunyai latar belakang dari keluarga yang dijodohkan. Dari lubuk hati sebagai sesama wanita, saya mengetahui bahwa sebenarnya mereka ingin menolak perjodohan itu. akan tetapi yah kembali lagi ke alasan yang baru saja saya sebutkan tadi.

Saya tidak menceritakan nasib kekasih-kekasih mereka disini. Bagaimana perasaan seorang laki-laki yang ditinggal kekasihnya menikah karena suatu perjodohan. Bukan berarti saya acuh tak acuh dengan para lelaki ini. Mungkin saya akan menceritakannya lain waktu. Tunggu saja episode selanjutnya he..he..

Bagaimana  dengan anda kaum hawa (kaum adam juga gak papa dech)  jika tidak atau mempunyai kisah seperti teman- teman saya tadi? Mungkin anda mempunyai alasan tersendiri tentang adanya perjodohan? Ditunggu komentarnya ya?

~Mukti Penny~

15 thoughts on “KENAPA ENGKAU MAU WAHAI PEREMPUAN?: Goresan Untukmu Temanku yang Akan Menikah dan Telah Menikah

  1. waaah, musti ditanyain juga tuh ama para kEkasih peRe2 itu…
    Lha kok diam aja cewe terkasih ditunangin?
    Kok ga ada usaha untuk mempErjuangkan cinta meReka?

    Selain itu, pertanyaan kok mau dijoDohin mungkin ga cuma buwat para perempuan saja, kebetulan temen2 kamu yG cewe. Lha tunangan mereka (para lelaki) kok juga mau dijodohin?🙂😉

  2. mungkin karena temen2ku yang cewek cantek cntek mbak dewi, jadi ya mau saja hehehe….. Dan mungkin juga temen2ku yang cewek belum berjodoh dengan kekasih mereka yang dulu.
    thanks for ur coming n coment;-)

  3. aku adalah cewek yang ditinggalkan kekasihku orang yang paling kusayang menikah karena perjodohan kedua orang tuanya dua minggu yang lalu,betapa kecewa dan perih hatiku ,selama satu setengah tahun ku berpacaran tapi selama satu tahun dia ditunangkan .aku setiap saat menahan sakit setahun berjalan dengan tunangan orang lain .sampai akhirnya 2 minggu sebelum dia merit tinggalkanku.sampai saat ini rasa sayngku terhadap kekasih ku tidak berkurang sedikitpun.kuharap suatu saat tuhan menyatukan kita kembali walau dia bekas orang lain tapi sampai kapanpun aku siap menerimanya dengan hati lapang dan ikhlas.

  4. Cinta tidak harus memiliki….. Mbak seharusnya mencintainya dengan merelakan dirinya, melihatnya berbahagia dengan orang lain. Mencintainya karena Allah jauh lebih baik. Semangat!

  5. duile………..mbak penk penk udah laris manis tho sekarang?udah kayak konsultan aja ne?!hehehe……just kidding!
    kapan ne mampir ke rumah?blog ane aja kagak diampirin..hiks…hiks…cucian…..
    jeng gimana?udah diterima jadi guru?
    btw,kok saripah-saripah pada boyong ya?si ustadz sendirian dong?hikikiki……
    miz u puol!!!nothok jedhuok!!!

  6. hehehe manten ayu mampir to… bukan konsultan pe tp cm urun ide wae. Ho-oh podo boyong dari Batu semua ngikutin sampean ni awal mulanya. Insya Allah aku akan mampir ke rumah dan ke blogmu kok, don’t worry girl…
    Eh ko jadi ngobrol disini?😀

  7. aku juga bernasib seperti teman ada..dan mungkin orang berkata kok mau? karna mereka gga ngalmin sendiri dan moga aja ggakan ada lagi perjodohan yang salah satu pihaknya merasa terpaksa..memang kejam perjodohan itu bila salah satu pihak tidak setuju…dan biasanya pihak yang terpaksa tersebut tidak punya kekuatan untuk melawan..dan hanya Yang Maha Kuasa yang bisa merubah putusan orang2 kejam itu

    1. Semua itu tergantung diri kita masing-masing mbak deta. Siapa tahu kita dapat “menikmati” keputusan yang menurut mbak “kejam” itu. Atau sebaliknya ….

  8. termasuk saya yang mengalaminya sekarang.
    wanita yang begitu sangat cintai ternyata sudah dijodohkan dengan pria lain.
    hancur lebur rasanya mendengar berita itu.
    tapi..asalkan dia bisa bahagya dengan perjodohan yang sudah diatur untuknya..saya rela menelan kepahitan ini

  9. Persis yang aku alamin sekarang. 5 tahun bukan lah hubungan sebentar, dan 2 hari lalu saya di beritau kekasihku kalau dia dijodohkan. Hidup seperti tak bernyawa. kepikiran akan hubungan kita mau dikemanain.. Mengapa aku harus di pertemukan olehnya selama ini jika aku tak berjodoh dengan nya!

  10. Orang tua pacar saya memang belom mengizinkan anaknya punya pacar, apa lagi yang belum mapan. Kita memang saling sayang, dan bahkan pacar saya sering ribut sama orang tua untuk membela saya

    Sampai akhirnya saya berusaha mengunjungi orang tua pacar saya, menjelaskan siapa saya, bagaimana kondisi kita saat ini, dan bagaimana visi saya kedepannya

    Ganti hari akhirnya pacar saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita, karena dia tidak mau durhaka dengan orang tua, dan dia juga bilang kalau orang tua sudah memiliki calon untuk dia

    Akhirnya kita berteman saja,

    Sejak saat itu saya berjanji untuk sukses dan mapan,
    selama janur kuning belom melengkung, saya percaya saya akan kembali lagi dengan mimpi saya, dengan sesuatu yang tak bisa orang tuanya tolak.

    Saya akan buktikan, kalau rizki dan harta itu bisa dicari, dan cinta kan selalu abadi walau takdir tak pasti, kau slalu dihati
    *halah malah nyanyi wkwkwk

    gunakan selalu cinta untuk kebaikan!

    Berjuanglah untuk kemenanganmu, kalaupun harus gagal maka gagalah dengan usaha terbaikmu

    1. Saya acungkan 4 jempol nih buat mas atau bapak Imron …. ternyata dari galaunya anda, andapun bisa bangkit dan bahkan terbang meraih mimpi anda … tetep Move on kalau kata pak Mario Teguh hehehe… mantap .. Semoga menemukan jodoh yang tepat amiin……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s