BBM Naik? pucing dech…

Sabtu kemarin saya pulang ke kampung halaman saya di Probolinggo. Sekaligus iseng-iseng ingin mengecek apakah benar tarif angkot naik setelah pemerintah Indonesia raya merencanakan untuk menaikkan harga BBM. Perjalanan dari angkot Batu ke Terminal Landungsari Malang berjalan dengan mulus, terlebih harga angkotnya belum naik, Rp. 2500. Wah saya senang karena ternyata saya berpikir tarif angkot masih belum dinaikkan. Kemudian saya naik angkot lagi dari terminal Landungsari menuju terminal Arjosari. Sengaja saya memilih jalur yang berbeda yaitu ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari), karena biasanya saya mengambil jalur AL (Arjosari-Landungsari). Itu karena saya hanya ingin melihat-lihat rute yang belum pernah saya lewati. Sesampai di terminal Arjosari sang bapak sopir menanyakan kepada saya “mbak naik dari Landungsari ya?” Kemudian saya jawab “Njih pak,” sambil menyerahkan 1 lembar uang Rp. 5000,- Pikirku bapak ini ingat aku karena memang saya duduk tepat di belakang bapak sopir. “Ongkosnya 3000 ya mbak sekarang karena dari terminal ke terminal, kalo yang biasa 2500 rupiah”. Aku jawab dengan senyuman sambil menerima ongkos kembalian. Dalam hati sih berkata “waduh…kok naik yach…hiks…”😦 Untungnya ongkos Bus Malang-Probolinggo masih belum mengalami kenaikan, tetap Rp. 12.ooo,- . Sesampainya saya di kota Probolinggo, sayapun naik angkot lagi. Biasanya say meminta adik atau kaka saya menjemput, akan tetapikali ini saya urungkan karena ingin survey tarif juga hihihi. (Maaf juga buat teman saya yang saya tolak tawaran tumpangannya kemarin hehehe). Walhasil baru naik saya udah ditanya oleh pak sopir “Yo’opo mbak ndek Malang akeh Unjuk rasa ta?” dengan logat Maduranya. Mungkin bapak ini tahu kalau saya dari Malang ketika saya turun dari bus. SAya jawab dengan bahasa Indonesa raya karena saya juga tidak bisa berbicara madura “Ya pak”. “Saiki ndek kene yo mundak mbak 3000”. Hihihi udah dibilangin gitu aku langsung mempersiapkan uang pas 3000 setelah aku turun dari angkot. Jadi agak menyesal kenapa tidak menerima tawaran temenku tadi yach??? hehehehe😛 Dampak kenaikan BBM semakin membuat aku pucing ajah.
Sejak Pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM, semakin banyak saja saya melihat dan mendengar berita-berita di televisi maupun radio yang membuat hati saya miris. Tentunya dampak kenaikan BBM ini sangat mengkhawatirkan masyarakat kecil atau tidak mampu, sehingga mungkin banyak diantara mereka mengalami depresi atau stress karena kenaikan BBM juga berdampak terhadap kenaikan barang-barang pokok lainnya. Seperti misalnya berita seorang ibu di Denpasar, Bali, yang tega membunuh anaknya sendiri dikarenakan himpitan ekonomi. Saya sangat menyayangkan tindakan ibu yang tidak berperikemanusiaan ini yang tega membunuh anaknya sendiri hanya karena kesal terhadap suaminya. Akan tetapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, selain berkesimpulan bahwa ibu ini mengalami stress dikarenakan himpitan ekonomi dan juga mungkin, karena dampak kenaikan BBM yang direncanakan oleh Pemerintah tersebut. Saya yakin banyak juga masyarakat yang pro dan kontra dengan rencana Pemerintah dengan naiknya BBM. Yang pro mungkin mereka berpendapat bahwa kenaikan BBM ini akan merubah sistem perekonomian Indonesia. Bagi yang kontra, mungkin berpendapat bahwa dampak dari kebijakan pemerintah ini akan semakin memperburuk himpitan ekonomi masyarakat.
Saya kira banyak sekali dampak dari kenaikan harga BBM terhadap masyarakat kita terutama masyarakat yang tidak mampu. Pemberian dana BLT pun saya kira tidak efisien karena banyak masyarakat yang seharusnya tidak memerlukan malah diberikan tunjangan pemerintah yang bersifat sementara tersebut. Benar-benar tidak adil!
Menurut pendapat saya, bila memang harga BBM benar-benar akan dinaikkan, maka pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. Dan juga pemerintah dituntut untuk menaikkan tingkat pendapatan masyarakat. Misalnya, dengan menaikkan upah atau gaji atau membuka lapangan kerja baru (Deuh…. yang lulusan baru nih pusing juga nyari lapangan kerja baru). Bagi saya keputusan pemerintah ini tidak tepat dan sekarang bukan waktu yang tepat pula karena di sisi lain masyarakt masih banyak yang kesusahan karena krisis ekonomi yang tak kunjung berhenti. Unjuk rasa dan penolakan yang terus-meneruspun menurut saya menimbulkan situasi keamanan , sosial dan politik menjadi tidak stabil.

Hanya sekedar opini.
(Di rumah suntuk, akhirnya ke warnet sebelah rumah, buka email, ngisi postingan, males ol meski liat temen2 pada ol semua).

2 thoughts on “BBM Naik? pucing dech…

  1. we..he…he…akhirnya master literature mau mampir ke blog ini…makasih paklik, tolong dikritik lagi ya, ayo bikin blog, taktunggu loh……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s